UPAYA MENUMBUHKAN KEMATANGAN EMOSIONAL REMAJA MELALUI PENDIDIKAN PESANTREN
Keywords:
Upaya Penumbuhan, Kematangan Emosional, Pendidikan PesantrenAbstract
Faktor kematangan emosional remaja menjadi sangat esensial (mendasar) dalam menjalani kehidupan. Hal itu dikarenakan kematangan emosional remaja adalah pondasi utama dalam membangun kebiasaan dan karakter pasca remaja. Bilamana remaja telah memiliki pondasi utama ini, maka kehidupan pasca remaja akan menjadi lebih terarah dalam menentukan sikap menuju ridha Allah Swt. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui secara radic (mendalam) dan koheren (keterkaitan) mengenai upaya menumbuhkan kematangan emosional. Sementara itu tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui secara aksiologis proses pembentukan kematangan emosional remaja melalui pendidikan pesantren. Kemudian bagaimana nilai pragmatis dari hasil proses pembentukan emosional terhadap sikap dan prilaku kehidupan sehari-hari remaja. Artikel ini merupakan hasil studi kepustakaan dari berbagai literatur dan refrensi terhadap konsep dan proses pembentukan emosional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya korelasi antara proses dengan karaktristik remaja. Korelasi tersebut berdampak pada karakteristik kematangan emosional remaja, pertama adalah kontrol emosi yang baik, kedua adalah stabilitas emosi yang konsisten, dan ketiga adalah memiliki sikap kritis dalam menghadapi permasalahan, selanjutnya adalah katarsis mental yakni mampu menyalurkan emosinya dengan baik dan benar.
Downloads
References
Aridhona, Julia, Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dan Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Diri Pada Remaja, (Psikoislamedia Jurnal Psikologi, Vol.2 No.2, 2017)
Atkinson, Pengantar Psikologi. (Jakarta: Erlangga: 1999),hlm. 359.
Fitri, Ramadhana, (dalam bukunya Hurlock 2004) Jurnal Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Penyesuaian diri pada Remaja.
Fitriyah, Lailatul dan Mohammad Jauhar, Pengantar Psikologi Umum.( Jakarta: Prestasi Pustakaraya 2014)
Hurlock, Elizabeth B. . 1980. Psikologi Perkembangan suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan oleh Istiwidiyanti dan Soedjarwo. (Jakarta: Airlangga)
J. P. Chaplin. 2008. Kamus Lengkap Psikologi. Terjemahan oleh Kartini Kartono. 1980. (Jakarta: Raja Grafindo Persada)
Kartono, Kartini. Kamus Psikologi.( Bandung: Pioner Jaya, 1999)
Komarudin, Membentuk Kematangan Emosi Dan Kekuatan Berpikir Positif Pada Remaja Melalui Pendidikan Jasmani, (Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, Vol. 12, No.2, 2016)
Mansur, Moralitas Pesantren. (Yogyakarta: Safiria Insania Press 2004)
Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2017)
Muawanah, Lis Binti dan Herlan Pratikto, Kematangan Emosi, Konsep Diri Dan Kenakalan Remaja, (Jurnal Psikologi, Vol. 7, No. 1, 2012)
Prastowo, Andi , Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011)
Rachmaniya, Ana Sa’ida, Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Psikosomatis pada remaja yang Tinggal di pondok pesantren (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam 2019)
Sholahuddin, (2009) dikutip oleh Azizah, Kebahagiaan dan Permasalahan di Usia Remaja, (penggunaan informasi dalam pelayanan bimbingan individual), (MIT Islam Kudus 2013)
Walgito Bimo,. Pengantar Psikologi Umum. (Yogyakarta: Andi, 2002)
Walgito, Bimo. 2005. Pengantar Psikologi Umum.( Yogyakarta, 2005)
Zed, Mestika , Metodologi Penelitian Kepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004)