EFEKTIFITAS DAUN LAMTORO BAGI PERTUMBUHAN TUNAS DAUN TANAMAN CABE PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IX

EFEKTIFITAS DAUN LAMTORO BAGI PERTUMBUHAN TUNAS DAUN TANAMAN CABE PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IX

Authors

  • Evi Aldiyah SMP Negeri 202 Jakarta

Keywords:

Pupuk, Ekstrak, Lamtoro, Tunas, Perkembangan

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan ekstrak daun lamtoro terhadap pertumbuhan tunas daun tanaman cabe rawit (Capsicum frustescens L) dan berapa lama munculnya tunas daun setelah pemberian pupuk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Penelitian dilakukan terhadap objek yang berupa tanaman cabe rawit, terdiri dari  perlakuan dengan konsentrasi cairan pupuk yang berbeda (  gr/L,  gr/L dan  gr/L). Parameter penelitian dilakukan terbatas pada munculnya tunas daun setelah  hari diberikan pupuk lamtoro dengan penambahan  gram vetsin. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada konsentrasi pupuk menengah (  gr/L) cukup efektif mempengaruhi pertumbuhan tunas daun tanaman cabe, dibandingkan dengan konsentrasi pupuk rendah (  gr/L) dan konsentrasi pupuk tinggi (  gr/L). Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa tumbuhan memiliki batas optimum dalam penyerapan unsur hara, asupan nutrisi yang berlebihan juga membuat pertumbuhan tanaman menjadi kurang baik. Konsentrasi pupuk daun lamtoro  gr/L cukup efektif mempengaruhi pertumbuhan tunas daun tanaman cabe rawit. Hasil dari penelitian ini disumbangkan sebagai materi pengayaan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IX semester ganjil pada KD 3.2. Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan serta penerapan teknologi pada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

babel.litbang. (2015). MENGENAL PESTISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung, 1-7.
Gresinta, E. (2015). PENGARUH PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogea L.). Faktor Exacta, 8(3), 208-219.
Hutasoit, L. (2019). Pengaruh Pemberian MSG (Monosodium Glutamate) dalam Pembuatan Pupuk Cair Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Seledri (Apium graveolens L). Yogyakarta: Skripsi: Universitas Sanata Dharma.
Indriani, R., Darma,Y., Musa, Y., Tenriawaru, AN. (2019, Februari). MEKANISME RANTAI PASOK CABE RAWIT DI PROPINSI GORONTALO. JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN, 15(1), 31 - 41.
Manpaki, S. J. (2017). Respon Pertumbuhan Eksplan Tanaman Lamtoro (Leucaena leucocephala cv. tarramba) terhadap Cekaman Kemasaman Media dengan Level Pemberian Aluminium Melalui Kultur Jaringan. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 12(1), 71-82.
Purwanto, I. (2007). Mengenal Lebih Dekat Leguminosaceae. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Rohmani, YM. (2013). Faktor Pembatas. Jurnal Faktor Pembatas, 1(1), 1-6.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Afabeta.
Susetya, D. (2011). Panduan Lengkap Membuat Pupuk Organik (Untuk Tanaman Pertanian dan Perkebunan). Jakarta: Pustaka Baru Press.
Wasis, B. F. (2010). PENGARUH PUPUK NPK DAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI GMELINA (Gmelina arborea Roxb.) PADA MEDIA TANAH BEKAS TAMBANG EMAS (TAILING). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 123 - 129.

Published

2020-09-01

How to Cite

Aldiyah, E. (2020). EFEKTIFITAS DAUN LAMTORO BAGI PERTUMBUHAN TUNAS DAUN TANAMAN CABE PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IX. Al-Islamiyah, Jurnal Pendidikan Dan Wawasan Studi Islam, 2(2), 1–7. Retrieved from https://e-journal.stitintb.ac.id/index.php/alislamiyah/article/view/42
Loading...